Semua Testimoni Alumni
Cerita nostalgia dari para alumni Pondok Pesantren Al-Basyariyah
pernah di hukum gara gara nyembelih ayam warga 😭
waktu itu hari pemilihan ketua ospa angkatan 36, dimana kami pun menjadi pengurus ospa dan kopram juga, belajar dari pengalaman baru yang tentunya menjadi bayang bayang ketika kami di dunia luar nantinya, berusaha menjadi lebih baik karena kami adalah contoh bagi adik adik kelas kami. sama seperti di dunia setelah mondok, kami menjadi contoh karena kami membawa nama pondok, tapi tentunya kami adalah manusia biasa, yang selalu belajar dari kesalahan.
Ketika baru 3 hari masuk pondok di Cimindi telat shalat subuh berjamaah, ada inspeksi mendadak Buya turun tangan membangunkan para santri. Saya yang belum paham peraturan pondok langsung dibangun kan dengan paksa ditarik kerah baju langsung dibawa ketengah lapang dijemur hampir tiga jam ditengah balong
Dulu saya adalah seorang yang sangat introvert, yang sangat tak percaya diri untuk berbicara didepan orang bayak. Hingga akhirnya saya masuk pondok dan di wajibkan mengikuti Muhadharah. Wahhh itu paling buat saya ga betah😭rasa tak betah pun semakin tinggi saat saya kena hukuman bagian bahasa karna ga sengaja ngobrol pake bahasa indo, eh ga lama dari itu aku dimarahin bagian keamanan karna ketauan nangis di mujafaf😩🤌🏻 namun, ada suatu moment yg membuat saya ingin terus bertahan di pondok. Yaitu Gebyar seni, kenapa? Karna saya suka mendesain dan gambar bangunan. Dari sanalah Saya bertekad untuk menjadi ketua dekor panggung suatu hari nanti, ketertarikan saya ter motivasi dari cita-cita masa kecil saya ingin menjadi seorang Arsitektur. Saya mulai belajar lebih giat, berlatih dgn baik dan beradaptasi dgn disiplin pondok yg ternyata membuat saya menjadi terbiasa. Disiplin waktu, konsisten dalam jadwal dan percaya diri untuk bisa tampil di depan umum yang membuat saya bisa menjadi seperti ini sekarang. Dan pada akhirnya saya juga telah menjadi ketua Tim dekorasi panggung GS5637 yang membuat saya paling berkesan di pondok. Namun ada satu kalimat yg paling berkesan bagi saya saat itu yang di ucapkan oleh ustdz Endang “wahai para santri sesukses apapun kalian nanti di luar sana, sehebat apapun kalian nanti dan setinggi apapun kalian nanti menjabat. Tetaplah datang kembali ke pondok ini, dan jikapun kalian nanti belum menjadi seorang yg sukses seperti yang kalian inginkan, sesungguhnya kesuksesan terbesar adalah tetap menjadi Seorang Santri. Kami lebih bangga melihat kalian tetap menjaga ibadah dengan taat dan mengerjakan sunah sunahnya, kami bangga bisa mengajarkan kalian menjadi seorang yang disiplin dan kami sangat bangga kalian tetap menjadi silaturahmi untuk kembali berkumpul bersama di pondok ini” 🥹🫶🏻 dari saya lah saya mulai memahami, sesukses apapun saya bahkan jikapun saya tidak menjadi seperti yang saya inginkan, yang paling pondok banggakan adalah bagaimana ilmu yang telah kita pelajari di pondok tetap bisa kita terapkan di kehidupan sehari-hari. Menjadi seorang santri tidak menjamin seseorang akan selalu berbuat baik, namun menjadi seorang santri setidaknya pondok telah memberitahukan kebaikan dan menuntun arah untuk bekal para santri dimasa yang akan datang🖤
Kenangan nya adalah... ana tipe santri yg taat aturan dan sangat disiplin waktu. Suatu ketika pernah telat karena ada hal yg tak di duga, dan naik masroh. Karena gaterima naik masroh, mencoreng aturan diri sendiri. Akhirnya nangis di hujroh😂
Tiba tiba diusir satu angkatan sebelum ujian nasional, gara gara banyak yang telat sholat berjamaah ke aula. Padahal waktu itu saya ga telat ke aula, cuma belum datang ke pondok. Pas sampai ke pondok teman teman sudah tidak ada semua karena sudah diusir 😁
Kadang aku sendiri kadang aku ditemani oleh sahabat sendiri rasanya membuatku rindu. Dari sejak aku mondok di Alba sampai saat ini aku selalu mengingat masa mudaku betapa indah, bahagia, sedih, suka & duka dalam kehidupan bersama. Pokoknya banyak beberapa kenangan yg aku alami di ponpes Al Basyariyah. Dulu kenapa aku selalu di kelas B padahal aku santri yg biasa saja, gk jago, pintar & ranking tapi aku tetap menjalani Sunnah & disiplin pondok. Aku sangat bersyukur di tempat yg sangat baik & penuh perjuangan supaya aku harus bisa menjadi sosok pemimpin yg kuat di masa depan. Meski dulu aku kadang malas kadang rajin, gk suka melanggar tapi aku sangat rindu kepada pimpinan, guru², ustadz & ustadzah yg telah membimbing kami dengan penuh rasa tanggungjawab & kasih sayang. Terimakasih Al Basyariyah yg telah membimbingku & menemaniku di masa mudaku. Awalnya ada sesuatu yg tidak suka maka pastinya akan menjadi suka 🫶🏻😊🌹
Dibalik tirai bubur (berita isma)
Manis asam garam pokona
Pernah di tahanus 1 malam ku buya gara gara ngobrol hareupeun hujroh pas buya kontrol